SUATU HAL YANG (KADANG) BERSINERGI

Ada perasaan senang bercampur sedih ketika hujan turun. Hati berubah menjadi senang karena tanah yang lama tak merasakan guyuran air hujan kini telah terbasahi oleh derasnya air hujan yang turun dari langit sana, aroma tanah yang tersirami hujan sangat khas menusuk hidung, begitu pula aspal yang tiba-tiba mengeluarkan uap seperti asap itu. Semuanya bisa membuat hati mendadak menjadi melow dan senang. Begitupula dengan udara yang semula panas menyengat kulit yang sudah menghitam ini yang sontak menjadi dingin tatkala tetesan air hujan mulai mendarat di permukaan bumi ini.

Sejuk udara bisa membuat kepala terasa berat, kelopak mata tak kuasa menahan berat bebannya, dan semua seperti hamparan kasur yang luas. Hujan yang turun bisa membuat nafsu tidur kita meningkat berlipat-lipat. Udara yang nyaman untuk membuat kita terlelap dalam tidur nyenyak. Apalagi jika saat hujan cukup deras seringkali terjadi itu yang namanya listrik padam, alias mati lampu padahal tidak hanya lampu yang mati, kulkas, ac, televisi pun mati hehehehe…. Listrik yang padam pun membuat aktivitas kita terpaksa untuk dipinggirkan dulu, dan suasana dingin yang remang-remang malah semakin meningkatkan gairah tidur kita, apalagi jika ada yang menemani hahahaha…

Pikiran sedih dan khawatir pun kerapkali muncul saat hujan ini. Banjir akan menjadi momok paling menakutkan di sebagian kalangan masyarakat yang kerap menerima limpahan air hujan yang tak bisa terserap oleh tanah atau yang tersumbat di sungai yang tersumbat itu. Ya! Banjir adalah salah satu masalah serius yang tak henti-hentinya melanda bangsa ini. Kala kemarau semua kolam penampungan air yang ada kering kerontang, dan saat hujan turun tanah tak sanggup menampungnya.

Semakin sedikit kini tanah resapan air hujan, tempat dimana air hujan bisa langsung menelusup ke kedalaman bumi. Dan semakin banyak lahan yang semula terbuka untuk resapan air itu kini tertutup dengan beton-beton. Sungai yang dulu lebar dan dalam kini menjadi semakin sempit dengan berjubelnya rumah-rumah ditepian sungai dan makin dangkal dengan sumbatan sampah-sampah yang kian hari semakin menggunung. Hutan pun makin kehilangan fungsinya untuk menangkap sebagian air, kini menjadi lahan yang beralih fungsi. Pembalakan liar pun turut memberikan andil terjadinya tanah longsor dan akibatnya alam pun marah. Alam yang dulu sudah tertata rapi oleh-Nya dan sesuai dengan tugasnya masing-masing kini berubah setelah manusia pongah menempatinya….

Hujan…. Perasaan senang dan sedih bercampur saat kau turun….



21 Responses to “Hujan, Mati Lampu, Tidur Nyenyak, Banjir”  

  1. 1 Dee

    Nang, di sini dari kemarin sore juga hujan deres, sampai pagi ini. Angin kenceng lagi. Kadang ngeri juga melihat betapa dahsyatnya alam, namun bukanlah manusia kalau kita tidak belajar, dan memcoba untuk bersahabat dengannya. Bukan melawan, tapi bersahabat

  2. Anang,
    Cobalah menggerakkan lingkungan sekitar. Jika halaman tak ada bisa menanam bunga ataupun bumbu dapur di pot besar, diletakkan dipinggir pagar. Seperti kampung Banjarsari di Jakarta Selatan, walau rumahnya kecil-kecil, tapi sejuk terasa. Kampungku, yang terletak diseberang Banjarsari sekarang juga mengikuti hal tsb, jadi kaleng bekas cat pun bermanfaat untuk pot tanaman. tersa lebih menyejukkan.
    Jika masih ada halaman walau sempit, tanamlah pohon yang cukup besar, agar ada angin semilir, yang menenteramkan hati jika musim kemarau.

  3. Kalo hujan deras kayak gini, wah repot, Mas!
    Apalagi tempat saya bekerja dikelilingi oleh banjir.
    Mau pulang kerja repot mau lewat mana.
    Kadang saya nekat walaupun banjirnya sampai di bawah pantat.
    Oh hujan, bagaimana nih?!

  4. Disini sedang tidak hujan (tumben)…

  5. tidur kok pake nafsu…

  6. semoga hari ini tidak hujan…aku mau bar umbah-umbah klambi je :D

  7. Jadi ingat awal tahun 2007 lalu, enak-enak tidur eh malah kebajiran :grin:

  8. Semoga apa yang sedang diributkan di Bali bisa memberi manfaat bagi alam sehingga alam bisa lebih stabil …

  9. Beruntung tempatku gag kebanjiran, Tapi sedih juga melihat keluar sana.. :(

  10. Divisi warnet di tempat saya bablas kena bocor. 8 LCD sama ci pi yu + mouse+kibot mampus :(

  11. 11 danudoank

    hujan bagaikan buah simalakama. pd saat sblom ninggiin rmh setiap ujan hati kebat-kebit: takut kebanjiran. saat udah ditinggiin, jalannya yg banjir sama tetangga.

  12. 12 Feri Gunawan

    hujan itu bisa bikin sering pipis dan tentu saja laper

  13. ujan…

    saya sampe tidur di trotoar gara-gara ujan…

  14. kl ujan biasa sih aku seneng
    tp kl udah ada petir yg menyambar2 aku jadi tuakuuttt polll kr udan :-s

  15. “tik.. tik…” bunyi apaan mas? genteng bocor apa manggil tika banget?

  16. aku suka hujan yang gerimis,,romantis :D
    tapi kalo hujan disertai banjir,,ooh nestapa :(

  17. lah opo tah sampean pindah mrene kang?

  18. memperluas jangkauan ndoro… hiakakakakaka…

  19. mau hujan yang terus menerus…. main ke bogor… :)

  20. [halah] nGgresik gag udan blas!!!

  21. Dilematis, memang… :(


Leave a Reply